Ngaji

Ngaji
Zainal

Rabu, 10 Desember 2008

RATUSAN CPNS KEDIRI GAGAL TES

Ratusan Calon PNS Gagal Tes
Kediri – Sekitar 607 Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kota Kediri, gagal sebelum menjalani tes karena kesalahan kecil dan tidak hadir saat tes tanpa pemberitahuan secara resmi ke panitia
Menurut Pjs sekretaris Kota Kediri Hasyim Nawawi, hingga pertengahan tes berlangsung, daftar calon PNS yang kosong lebih dari 600 orang Jumlah CPNSD yang dinyatakan gugur tersebut, diperoleh berdasarkan rekapitulasi daftar hadir peserta tes tulis dalam rekrutmen CPNSD di Kota Kediri. "Sampai batas waktu tes, sebanyak 607 CPNS tidak hadir. Otomatis mereka dinyatakan gugur," ujar Pjs.Sekkota Kediri, Hasyim Nawawie.
Hasyim yang juga merangkap sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri, menambahkan, besarnya jumlah CPNSD yang mundur atau gagal ikut tes tulis kemarin, karena hingga batsa waktu tak ada kabarnya. "Selain karena tak hadir dalam tes, ada juga yang dipulangkan petugas jaga, karena menggunakan celana jeans serta sandal japit. Karena tak disiplin mereka di keluarkan.," tambah Hasyim.
Hasyim menduga, ketiadakhadiran sejumlah CPNSD dalam tes tulis, karena calon pegawai bersangkutan mengiukti tes di daerah lain. "Kebetulan tes ini kan dilaksanakan berbarengan di Jawa Timur, jadi kemungkinan mereka daftar dan ikut tes di daerah lain," ujar Hasyim
Di Kota Kediri, jumlah pelama CPNSD sebanyak 6.304 orang. Jumlah yang dinyatakan lolos seleksi administrasi untuk ikut tes tulis ebanyak 4.440 calon Adapun jumlah formasi yang diperebutkan hanya 217 pegawai.
Sementara tes CPNSD di Kabupaten Kediri diikuti 8.817 orang. Mereka adalah pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri. Hingga pendaftaran ditutup tercatat jumlah pendaftar sebanyak 11.134 orang. Hasil seleksi administrasi menyebutkan 2.317 pendaftar tidak memenuhi syarat. Diantaranya karena tidak menyertakan pas foto, foto copy ijazah tidak dilegalisir, dan ketidaksesuaian pendidikan dengan formasi yang dilamar.
Kerumunan para peserta nampak di 16 lokasi ujian yang tersebar di Pare sejak pagi. Gedung – gedung sekolah seperti SD, SMP, dan SMA dimanfaatkan Pemkab untuk ujian. Total ada 447 ruangan. jumlah peserta berkisar 20 orang tiap ruang. Para peserta ini berkonsentrasi ujian tulis yang meliputi Test Pengetahuan Umum (TPU), Test Bakat Skolastik (TBS), Skala Kematangan, dan Test Kompetensi Bidang (TKB).
Kabag Humas Pemkab Kediri Sigit Rahardjo menyatakan setelah ujian selesai, soal-soal ujian akan dimusnahkan sesuai petunjuk Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Agar tahun berikutnya tidak diperjualbelikan”, kata Sigit.
Bupati Kediri Sutrisno kemarin meninjau pelaksanaan ujian di tiga lokasi yakni SD Pare I, SMP 2 Pare, dan SMA 2 Pare. Di SD Pare I, sebanyak 600 peserta ujian menempati 30 ruang. Sedangkan di SMP 2 Pare ada 21 ruang ujian dengan peserta ujian sebanyak 418 orang, dan di SMA 2 Pare, 54 ruang digunakan oleh 1.080 peserta ujian.
Di Kediri ada 342 posisi yang diperebutkan para peserta ujian CPNSD, yakni 222 untuk guru, 73 untuk tenaga kesehatan, dan 43 posisi tenaga teknis. Untuk mengetahui hasilnya, peserta harus menunggu pengumuman berikutnya. Karena hingga saat ini belum ada kepastian tentang tanggal diumumkannya hasil test. Pihak BKD masih menunggu instruksi dari Pemerintah Propinsi. (nal).


Kabut Tebal Selimuti Lokasi Wisata Irengolo Kediri
Kediri - Kabut tebal menyelimuti kawasan pariwisatan Air Terjun Ironggolo dan Dolo di Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Tebalnya kabut di lokasi wisata andalan Kabupaten Kediri, sangat membahayakan pengunjung, karena pandangan mata hanya mampu menembus jarak 5 hingga, hingga rawan kecelakaan.
Akibat tebalnya kabut, ratusan wisatawan kemarin terpaksa mengurungkan niatnya untuk naik ke area wisata air terjun di lereng Gunung wilis tersebut. Kabut mulai terlihat di kawasan Dusun Besuki Desa Jugo yang berada di jalur sebelah selatan. Sedangkan dari jalur utara, kabut tebal terlihat sejak memasuki Dusun Badut Desa Jugo.
Menurut warga Badut Susilo (30), jika hujan turun di pagi hari, kabut tebal akam menyelimuti lereng wilis di sekitar lokasi Hal yang senada juga dikatakan Sulis (25) salsah seorang wisatawan warga Wates Kediri, memilih pulang tak jadi berwisata karena takut dengan kabut yang tebal. “kami berlima rencananya berwisata namun karena gelap akibat kabut tebal, kami mengurungkan niat berwisata”, ujar Sulis.
Selain berkabut tebal, kondisi jalan masih diperbaiki. Akses jalan raya menuju area wisata Ironggolo dan Dolo juga menakutkan karena tebing kiri kanan rawan longsor saat musim hujan seperti saat ini. Seperti di Dusun Badut, apabila turun hujan, jalanan dipenuhi dengan air bercampur lumpur.
Akibat jaln penuh Lumpur, jalan licin. Akibatny warga Baduy dan sekitarnya yang akan berangkat sekolah tak berani memakai sepatu. Mereka para murid SD terpaksa melepas sepatu. “Kami terpaksa melepaskan sepatu, takut terjatuh karena jalanan licin”, ujar Didik siswa kelas VI arga Badut saat menapaki jalan licin di Badut kemarin.. (nal)

Tidak ada komentar: