Perpustakaan Kota Kediri Sepi
Kediri,- Perpustaan milik pemerintah kota Kediri, sepi pengunjung. Tiap hari rata-raya hanya di kunjungi 30 orang. Padahal di perpustakaan tersebut tersedia sekitar 3000 (tiga ribu) judul buku, serta berbagai koleksi majalah.
Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan pemerintah Kota kediri Dewi Sartika, mengakui minat baca di perpustakaan rendah, di bandingkan kota M;ang "Memang minat membaca masih rendah, terutama pelajar. Padahal, kami sudah berusaha menambah koleksi buku," kata Dewi di sela-sela kegiatan lomba Story Telling and Speech Contest di kantor Arsip dan Perpustakaan di jalan Diponegoro, Kota Kediri kemarin. Ia mengaku, koleksi di perpustakaan masih jauh dari lengkap. Sejak tahun 1997 hingga 2007 sama sekali tidak ada penambahan koleksi judul buku, sehingga di perpustakaan hanya ada sekitar 1.780 judul buku. Itupun, buku lama. "Baru tahun 2008 kami mengajukan penambahan buku hingga 1.200 judul, katanya. Ia mengaku, cukup kesulitan menumbuhkan minat baca terutama para pelajar, terutama di perpustakaan. Ia menyadari, koleksi judul buku kurang menarik, sehingga masyarakat umum maupun pelajar enggan datang. Selain koleksi buku yang masih sedikit, berbagai fasilitas perlengkapan juga masih kurang, diantaranya ruang baca khusus anak, ruang khusus internet, mobil pintar dan juga kantor. Mengingat, hingga saat ini kantor perpustakaan masih belum mempunyai bangunan sendiri. Ia mengungkapkan, bangunan perpustakaan tersebut milik yayasan Mastrip (komunitas para pejuang veteran) yang dipinjamkan untuk lokasi perpustakaan. Selain itu, juga jadi satu dengan lokasi kantor Pramuka cabang Kota Kediri. "Kami belum mempunyai bangunan sendiri," katanya. Dewi mengaku, pihaknya sudah berusaha mengajukan anggaran ke pemerintah Kota Kediri. Tahun 2008 ini, pihaknya meminta anggaran sebesar Rp 1,3 miliar untuk pengadaan buku dan perbaikan gedung. Ia berharap, pemerintah menyetujui sehingga dapat menambah koleksi dan menumbuhkan minat baca, terutama di kalangan pelajar (nal)
Pesta Miras, Empat Pelajar Ditangkap Petuga
Kediri, Empat orang pelajar diamankan petugas gabungan, saat keempat pelajar menggelar pesta minuman keras di lokasi wisata Goa Selomangleng, Kota Kediri, Selasa (18/11/2008). Mereka digiring menuju Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemerintah Kota Kediri. Para pelajar itu diamankan dalam razia yang dilakukan Satpol PP, Pemerintah Kota Kediri, karena banyaknya laporan lokasi tersebut sering digunakan sebagai ajang berbuat maksiat. Petugas yang menyisir lokasi kafe di sekitar lebak tumpang, lokasi wisata Goa Selomangleng menemukan pelajar yang sedang berkerumun. Namun sayang, begitu didekati para pelajar itu melarikan diri. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara para pelajar yang berusaha melarikan diri itu dengan petugas. Mereka langsung lari ke arah perbukitan dengan meninggalkan sepeda motornya. Sehingga, dari sekitar tujuh pelajar yang kedapatan pesta itu, hanya empat yang berhasil diamankan. Dari razia itu, petugas juga mengamankan sebotol minuman keras merk Stanley yang dicampur dengan sebotol Fanta, serta beberapa bungkus rokok. Selain itu, sebuah sepeda motor milik para pelajar dengan jenis Suzuki Shogun juga diamankan di kantor. ED, salah seorang pelajar mengaku dirinya hanya ikut-ikutan temannya membolos. Namun, tahu-tahu diajak minum. Ia juga mengaku kapok ikut membolos. "Saya mohon jangan dilaporkan ke sekolah dan orang tua. Saya sudah kapok," katanya dengan meminta pada petugas. Kepala Seksi Ketertiban dan Ketentraman, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kota Kediri, Djatmiko mengatakan razia itu dilakukan karena seringnya laporan masuk lokasi wisata itu sering dijadikan ajang berbuat maksiat. Apalagi, lokasi itu sering didatangi dari kalangan pelajar. "Rata-rata mereka membolos sekolah. Jadi, kami harus bertindak keras dengan melakukan razia," katanya usai razia. Lebih lanjut, Ia mengatakan akan segera koordinasi dengan pihak sekolah dan juga akan memberitahukan hal ini pada orang tua masing-masing dengan harapan akan memberikan efek jera. (nal)
Ngaji
Zainal
Selasa, 18 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar