Ngaji

Ngaji
Zainal

Rabu, 18 Februari 2009

Korupsi Pemkot Kediri, Di Anulir

Rapat Tertutup, Hasilnya Menguntungkan Eksekutif
KEDIRI - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri akhirnya mengundang pejabat pemkot untuk dimintai klarifikasi terkait investasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2007 sebesar Rp. 50 M yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kepada PT Sentra Arta Utama (SAU) Jakarta. Namun dalam pertemuan yang diadakan diruang komisi A tersebut sifatnya tertutup. Bahkan ketika beberapa wartawan yang mencoba masuk juga tidak diperbolehkan. “Tertutup mas, tidak boleh masuk,” ujar pegawai sekretariatan DPRD Kota Kediri.
Usai menggelar rapat bersama antara Komisi A (hukum dan pemerintahan) dengan Komisi B (pembangunan dan keungan) dengan pihak eksekutif selama kurang lebih 1,5 jam. Akhirnya Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Arifin Asror, kepada beberapa wartawan mengatakan, hasil dalam rapat klarifikasi tadi, sudah tidak ada masalah.
“Hasil dari rapat bersama Komisi A dan B terkait dana Rp 50 M yang kita klarifikasikan kepada eksekutif, secara yuridis tidak ada masalah,” kata Arifin, Rabu (18/2).
Arifin menegaskan, permasalahan itu hanyalah sebuah miskomunikasi semata, yakni antara Jetty Sri Zuhriati, mantan direktur Bank BNI 46 Cabang Kediri, dengan Pemkot Kediri.
Lebih lanjut dipaparkan Arifin, dana yang didepositokan ke Bank BNI 46 tersebut, adalah anggaran Pemkot Kediri tahun 2006 yang tidak terserap atau Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) APBD 2006. “Berdasarkan UU No 32/2004 tentang teknis pemeliharaan daerah, dan PP No 58/2005 tentang kegiatan kerja daerah serta PP 38/2005 dijelaskan, bahwa uang milik pemerintah yang belum digunakan dapat diinvestasikan dalam jangka pendek,” tuturnya.
Sementara bunga deposito tersebut, terus Arifin, masuk ke dalam kas daerah (kasda) yang selalu dicatat oleh Kepala Bagian (Kabag) Keungan Pemkot Kediri, Suprapto. “Deposito itu berjalan mulai Maret 2007 hingga Oktober 2007, bila ditotal bunganya mencapai Rp 1,5 M, sekarang berada di kasda,” tuturnya.
Sebagaima diketahui, dalam pertemuan tertutup yang digelar di ruang Komisi A DPRD Kota Kediri, dari kalangan eksekutif hadir, Asisten II Kota Kediri, Semeru Singgih, mantan Plt kasubag anggaran, Bagus Alit, Kabag Keungan, Suprapto, dan mantan Kasda Edy Herwanto.
Secara terpisah, Ketua DPRD Kota Kediri Bambang Hariyanto mengatakan, dana itu sudah kembali ke kasda. “Dalam kasda itu angkanya muncul, namun tidak di jelaskan secara rinci, tentang bunga tersebut,” katanya.
Sementara ketika mencoba meminta keterangan terhadap Edy, malah terkesan menghindar dan lari usai melakukan sidang kalarifikasi tersebut. (nal)
2 Penderita HIV AIDS di Kabupaten Kediri Lahirkan Bayi
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, terus memantau perkembangan dan kondisi kesehatan, 2 bayi yang dilahirkan, dari 2 ibu penderita HIV AIDS di Kabupaten Kediri.
Dua bayi yang baru dilahirkan tersebut, hingga saat ini belum diketahui status kesehatannya. Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, sudah meminta kedua ibu bayi tersebut, agar segera melakukan pemeriksaan. Namun mereka menolak, dengan alasan belum siap, mengetahui hasil pemeriksaan.
Mereka khawatir, jika ternyata bayi yang dilahirkan positif tertular HIV AIDS, justru akan semakin terbebani. Sehingga, juga akan berpengaruh buruk terhadap kondisi kesehatan ibu, yang sejak lama menderita HIV AIDS.
Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Nur Munawaroh mengatakan, Dinas Kesehatan masih melakukan pendekatan, agar ibu bayi tersebut bersedia memeriksakan anaknya. “Kita masih melakukan pendekatan pada kedua ibu bayi” ujar Nur Munawaroh.
Menurut Nur Munawaroh, hasil pemeriksaan, bisa menjadi refensi bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, guna memantau kesehatan bayi dan ibunya. Untuk sementara, Dinas Kesehatan, terus melakukan pengawasan secara intensif. (nal)
Bunuh Diri di Kayen Kidul
Kediri,- Karena menderita penyakit komplikasi yang tak kunjung sembuh, Sudarto warga Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Peristiwa tragis yang dilakukan Sudarto, pertamakali diketahui Munawaroh istrinya, Selasa sore sekitar jam setengah tiga. Munawaroh yang sejak siang berada di dapur, bermaksud menuju ruang tamu. Begitu melewati kamar, betapa terkejutnya Munawaroh, mendapati Sudarto, dalam kondisi menggantung di teralis kamar, menggunakan kain sarung.
Saat didekati, ternyata Sudarto masih hidup. Dalam keadaan panik, Munawaroh lantas meminta tolong warga. Dengan bantuan warga, Sudarto dilarikan ke Puskesmas Kecamatan setempat. Namun karena kondisinya cukup parah, Sudarto akhirnya meninggal dunia, setelah satu jam menjalani perawatan. “Kami melihat suami saya masih hidup”, ujar Munawaroh.
Kepala Polsek Pagu, AKP Ketut Mudita mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya penganiayaan, pada tubuh Sudarto. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sejak lama Sudarto mengeluh putus asa, karena mengalami penyakit komplikasi yang tidak kunjung sembuh. Namun pihak keluarga, tidak menyangka, Sudarto akhirnya nekat mengakhiri hidupnya, dengan gantung diri dalam kamar. “Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan bekas penganiayaan”, ujar Ketut Mudita. (nal)

Tidak ada komentar: