PKNU, Kunjungi DPC NU Kabupaten Kediri i
Kediri,-Dewan Pinpinan Cabang Nahdatul Ulama (DPC NU) Kabupaten Kediri, meminta Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Kabupaten Kediri untuk mengajak warga di luar NU memilih PKNU. Pasalnya saat ini banyak warga NU yang menjadi sasaran partai lain di luar NU.
Menurut ketua DPC NU Kabupaten Kediri KH Nadjib Zamzami, warga NU yang di pengaruhi partai lain, disebabkan karena partai lain yang mengajak warga NU tersebut pofesional. Sebagai gantinya, PKNU, yang dekat dengan NU agar melakukan ajakan pada masyarakat luar NU untuk mendukung NU. “Kami pengurus NU menganjurkan pada PKNU, untuk mencari pendukung sebanyak banyaknya dari warga masyarakat di luar NU”, ujar Najib Zamzami.
Nadjib berpesan dalam Pemilihan Umum Legislatif 9 april 2009 nanti, para caleg PKNU, jangan sampai menunggangi kegiatan rutin NU, seperti yasinan, pengajian ahad pagi, dzibaan, barzanji, dan kegiaatan yang secara rutin dilakukan warga NU tingkat ranting hingga DPC. Jika akan sosialisasi, sebaiknya warga NU di undang ke rumah caleg agar, kegiatan rutin NU tidak tergannggu. “Kami meminta agar semua kegiatan rutinan NU, baik ditingkat ranting hingga kabupaten, tidak digunakan untuk ajang kampanye atau sosialisasi”, tegas Nadjib Zamzami
Hal yang sama juga di katakana KH Zainuri Faqih Syuriah NU yang meyatakan bahwa partai partai yang muncul dari, NU, jangan hanya berebut di satu ladang, kalau itu terjadi ibaratnya seperti istilah Jawa yang bunyinya “Kurang ladang kakehan tandang”. Artinya lahan kurang, pegawainya berlimpah. Karena itu Zainuri menyarankan agar PKNU, bertindak lebh luas, tidak hanya warga NU saja yang jadi sasaran. “Kalau hanya orang NU saja yang di jadikan lahan, maka akan terjadi gesekan”, ujar Zainuri Faqih.
Sementara ketua DPC PKNU Kabupaten Kediri, Romadlon Sukardi, menjelaskan, sebagai partai yang sangat dekat dengan NU, dari pusat hingga ranting, sudah sewajarnya jika bersilaturahim ke kantong kantong NU. Partai Nasioanl Kebangkitan Nasioanl Umat di Kabupaten Kediri berdiri pada bulan Juli 2008, karena itu PKNU , butuh dukuangan dari semuakalangan agar tidak tertinggal dengan partai lain. Kunjungan ke kantor PCNU Kabupaten Kediri bertujuan minta nasehat dan arahan-arahan dari PCNU sebagai bekal para politisi dan calon legislatif (caleg) PKNU yang nantinya akan berkiprah membangun bangsa dan Negara “Kita hanya ingin minta nasehat dari para pengurus NU kabupaten Kediri untuk bekal para caleg”, ujar Romadlon Sukardi.
Dsisinggung mengenai target perolehan kursi legislatif, dirinya optimis PKNU akan mendapat 25 persen dari 50 kursi legislatif di DPRD Kabupaten Kediri pada Pemilu Legislatif (Pilleg) mendatang, “Paling tidak kami menargetkan 25 persen dari 50 kursi DPRD Kabupaten Kediri”.ujar Romadlon.
Dalam pertemuan di kantor NU Kabupaten Kediri, jajaran pengurus NU yang menemui diantaranya, KH Sulaiman Lubis (wakil Bupati Kediri) mewakili Muhtasar NU, KH Zainuri Faqih (Ketua Syuriah NU) diamping KH Ahmadi, KH Abi Musa, KH Thohaudin, KH Irfan (Khatib NU), KH Abdul Halim Muhtar, H. Maskuri, Haruan Al Rasyid, (sekretaris Tanfidz), Chumaidi, Ahlis dan Mahyudin.
Sedangkan dari PKNU, diantaranya KH Ilman Nafia (Muhtasar). Romadlon Sukardi (ketua), Sabarudin, KH Atoillah, Nyai Masrifah, (wakil ketua), KH Mahmud, KH. Ihsan. Dari Dewan Syuro (KH Asrofi), Sekratris dewan suro kyai Maksum, wakil sekretaris Miftahul Ahyar, Bendahara Ali Imron, serta pengurus lainnya, yang berjumah sekitar 22 orang. (nal)
Rebutan Penumpang, Plat Hitam dan Kuning Kembali Bentrok
Kediri,-Bentrok antara awak mobil penumpang plat hitam dan plat kuning yang mengangkut karyawan PT Gudang Garam, terjadi lagi. Para awak plat kuning, subuh kemarin, memberhentikan angkutan plat hitam, dan menurunkan secara paksa seluruh penumpang.
Aksi ini sudah yang kedua kalinya, setelah dua hari lalu para sopir MPU plat kuning itu mensweeping MPU plat hitam di Desa Wonocatur, Gampengrejo. Kini, giliran puluhan sopir MPU plat kuning jurusan Kediri-Nganjuk mensweeping dan menurunkan paksa penumpang MPU plat hitam yang kebanyakan adalah karyawan PT Gudang Garam Tbk di Kelurahan Mrican, Pesantren, Kediri. Dari keterangan yang berhasil digali, puluhan sopir MPU plat kuning itu melakukan aksi penghadangan sejak pukul 04.00. Mereka mengaku jengkel dengan ulah para sopr MPU plat hitam yang menyerobot penumpang langganan mereka. Ketegangan terjadi saat para sopir MPU plat kuning itu mempertahankan para penumpang mereka. Namun, karena banyaknya jumlah para sopir plat kuning itu, akhirnya para sopir MPU plat hitam itu tidak bisa berbuat apa-apa. Dan penumpang mereka diturunkan dan diangkut oleh MPU plat kuning. Suyanto, salah seorang sopir MPU Plat Kuning mengaku, mereka terpaksa melakukan aksi begal penumpang itu karena sudah kesal, penumpangnya diserobot. Pasalnya, dalam mencari penumpang itu, sopir plat hitam menyisir rumah-rumah penumpang. Sedangkan, MPU plat kuning berjalan sesuai dengan rutenya masing-masing. Sementara itu, para penumpang yang kebanyakan karyawan PT Gudang Garam itu sempat menolak, karena mereka merasa sudah menjadi langganan MPU plat hitam, yang setiap hari menyisir rumah-rumah mereka. Para penumpang itu mengaku kecewa dengan pertengkaran antara kedua kelompok sopir itu. Purwati, salah penumpang karyawati PR Gudang Garam mengaku, ia memilih untuk jalan kaki. "Dari pada terjadi pertikaian, lebih baik saya jalan kaki saja, mengingat jarak rumah saya dengan pabrik tidak terlalu jauh," ujar Purwati. Dijelaskan oleh para sopir MPU plat kuning, selama ini pihaknya telah meminta kepada kepolisian dan dinas perhubungan Kediri untuk menertibkan para MPU plat hitam yang mencari penumpang. Karena, pihak-pihak yang terkait itu tidak juga bertindak, akhirnya mereka melakukan aksi sweeping sendiri. Bahkan, para sopir MPU plat kuning itu mengancam akan segera melakukan unjuk rasa, jika permintaan mereka tidak segera ditindak lanjuti. Sementara sopir MPU plat hitam tidak serta-merta diam. Mereka mengaku akan membalas aksi yang serupa. Yakni, mereka akan melakukan aksi pembegalan penumpang plat kuning.
Sedangkan menurut Sucipto, sejak empat tahun lalu, operasi plat hitam mengangkut penumpang PT Gudang Garam sudah dijinkan pihak yang berwajib seperti, pihak kepolisian, perhubungan, koperasi, serta para sopir plat hitam. “Kita sudah punya surat kesepakatan berbagai pihak yang berkepentingan”, ujar Sucipto. (nal)
====
Perkosa Gadis, Sobirin Diperiksa Polsi
Kediri, Terbukti menghamili seorang gadis belia berinisial Sas (15), Sobirin (21), warga Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kedir, ditangkap polisi. Sebab, orang tua Sas (15), tidak terima dengan tindakan asusila yang menimpa siswi klas 1 SMA di wilayah Kabupaten Kediri.
Kanit Pengaduan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Iptu Budi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan keluarga korban dan kini masih menyelidikinya. "Kita masih memeriksa keduanya secara intensif,"ujar BudiBerdasarkan keterangan yang berhasil digali, selama ini keduanya telah menjalin hubungan asmara. Hubungan dua insan lain jenis itu sekitar setahun lamanya, namun kini korban diketahui sudah hamil.Sementara pihak keluarga mengetahui tanda-tanda aneh pada anaknya sekitar 3 minggu lalu. Mereka melihat Sas, sering murung dan wajahnya tampak pucat, korban juga kerap terlihat mengurung diri.Berawal dari kecurigaan itu, orang tua Gadis mendesak dan akhirnya mengetahui bahwa anak gadisnya tidak datang bulan. "Setelah didekati, Gadis mengaku telah hamil," ujar keluarga korban pada Kanit PPA Polres Kediri, Iptu Budi Setiyono.Pihak keluarga Sobirin, berusaha menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. Namun, keluarga korban mengaku keberatan, dengan kondisi Sobirin yang tidak memiliki pekerjaan."Ketika kami periksa di sini, pihak keluarga Sobirin berharap permasalahan itu diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, orang tua korban bersikeras membawa masalah itu ke jalur hukum," tegas Budi. (nal)
Ngaji
Zainal
Senin, 19 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar