Ngaji

Ngaji
Zainal

Rabu, 04 Februari 2009

PAVILIUN GAMBIRAN MOLOR

Proyek 14,6 M Pembangunanya Molor
KEDIRI – Pembangunan paviliun Graha Wijaya Kusuma Rumah sakit umum daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri sejak tahun 2006 yang lalu hingga saat ini belum juga ditempati, padahal rencananya akan diresmikan bulan Desember tahun lalu.
Pembangunan paviliun yang menghabiskan dana sebesar Rp 14,6 miliar tersebut, kemungkinan baru akan diresmikan pada bulan Juni 2009 mendatang. “Kemungkinan sekitar bulan Juni mendatang,” kata Kabag Humas Pemerintah Kota (pemkot) Kediri, Drs. Haryono.

Lebih lanjut Hariyono menjelaskan, molornya pembangunan tersebut dikarenakan, karena kurangnya sarana dan prasarana, seperti listrik, jenset, lift. “Sebenarnya kami sudah mengajukan ke pihak PLN, namun memang sedang menunggu giliran dari pihak PLN,” ujarnya.

Untuk sekadar diketahui, pembangunan Graha Wijaya Kusuma tersebut menggunakan dana APBD yang dianggarkan mulai tahun 2006 hingga tahun 2008, namun hingga tahun 2008, ternyata dana tersebut masih kurang, dan akhirnya pada tahun 2009 ini RSUD kembali digelontor dana APBD sebesar 3,5 M, untuk tambahan perbaikan sarana dan prasarana.
Paviliun yang mempunyai 3 lantai tersebut, tiap lantai terdapat 16 ruangan, untuk lantai paling bawah digunakan ruang kamar operasi, dengan ruangan sebanyak 16.
Berdasarkan pantauan Surabaya Pagi di lokasi, meskipun bentuk bangunan yang tampak mewah, namun belum sampai ditempati, dindingnya seperti kelihatan retak, dan juga pembangunan fisik yang juga belum selesai. (nal)

..............................
Seminggu Dewan Nglencer 2 Kali

KEDIRI – Belum genap seminggu yang lalu anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Kediri melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Solo dan Jogjakarta, dan Rabu (4/2), DEwan berbondong – bondong kembali melakukan kunker ke kota Malang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Surabaya Pagi, anggota DPRD yang tergabung dalam 2 kelompok panitia khusus (pansus) melakukan kunjungan ke Kota Malang untuk melakukan pembahasan lanjutan rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif tentang kebersiham lingkungan dan pengelolaan pasar.
Namun, disaat kepergian para wakil rakyat ini, ada beberapa tamu yang ingin bertemu dengan anggota dewan, tapi sayangnya mereka tidak ketemu, dan sempat membuat kecewa. “Kecewa juga sich, harus kembali kesini minggu depan,” kata Samsul Huda asal Surabaya ketika ditemui di gedung DPRD Kota Kediri
Menurut salah seorang staff bagian umum kantor DPRD Kota KedirI, yang enggan disebutkan namanya, membenarkan atas kepergian para anggota DPRD tersebut. “Hari ini mereka (anggota DPRD red.) pergi ke Malang,” ujarnya.
Bahkan saat wartawan koran ini hendak mengkonfirmasi sejumlah anggota dewan melalui ponselnya, mereka tidak ada yang merespon dan mengangkat telepon selularnya.
Kini, yang nampak di kantor DPRD kota kediri hanyalah sejumlah pegawai kebersihan yang membersihkan ruangan kerja dan ruang sidang. (nal)
.....................
Inspektorat Usut Kaburnya Bendahara KPU
Sekretaris gadaikan sertifikat
KEDIRI - Selain aparat Polresta Kediri yang melakukan penyelidikan, giliran Inspektorat Kota Kediri (dulu Bawasda, red) juga akan mengusut kasus kaburnya Bendahara KPU Kota Kediri, Heri Pamuji Trisno yang membawa dana operasional dan honor KPU ratusan juta.
Seperti disampaikan Kepala Inspektorat Kota Kediri, Inspektur Endang Mintorowati kalau pihaknya baru mengetahui kaburnya Bendahara KPU Heri yang juga PNS Pemkot Kediri, setelah muncul pemberitaan di media massa. “Kami baru tahu hari ini dari berita di media, rencananya kita akan melakukan penyelidikan mulai besok (hari ini, red),” ujarnya, Rabu (4/2).
Dijelaskannya kalau pihaknya akan menurunkan anggota Inspektorat langsung ke KPU Kota Kediri, untuk memeriksa administrasi kepegawaiannya dan mengumpulkan data sebagai langkah awal menindak PNS yang melanggar disiplin. “Setelah kita dapatkan data dan penjelasan yang lengkap, akan kita kaji dan laporkan kepada Wali Kota yang akan memutuskan sanksinya,” jelasnya.
Bahkan terkait dengan dana KPU senilai sekitar Rp 200 juta yang dibawa kabur Heri, pihaknya akan melakukan penyelidikan khusus. Karena kaitannya dengan penyalahgunaan wewenang, sehingga membawa kabur uang negara.. “Kalau memang ada unsur pidananya, akan kita teruskan kepada aparat yang berwajib,” tandasnya..
Sementara itu Sekretaris KPU Kota Kediri, Pujiono mengaku terpaksa mencari pinjaman kesana kemari untuk mencukupi kebutuhan kegiatan KPU, bahkan menggadaikan sertifikat rumah miliknya. “Saya dan keluarga stres memikirkan masalah ini, karena bagaimana pun juga saya atasan Heri,” kata Pujiono.
Beruntung pihak keluarga bersedia menyelesaikan secara kekeluargaan, dengan bersedia mengembalikan dana yang dibawa Heri meskipun bertahap. Disinggung mengenai keberadaan Heri menurut informasi dari keluarganya berada di Lamongan, kapan bersedia kembali bekerja dan mempertanggungjawabkan dana yang dibawanya masih belum jelas. “Kami terus berusaha meminta keluarga ada bisa mengajak Heri kembali bekerja, karena selain dana yang dibawa. Dia juga harus menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai bendahara,” lanjutnya.
Imbas dari kaburnya Hery, akhirnya Rabu (4/2) pihak sekretariatan KPUD memutuskan akan mengganti posisi bendahara dengan orang baru, dan namanya masih diplenokan.
dia menegaskan ada sekitar 5 orang yang menjadi pandangan anggota kpu dan kesekertariatan untuk mengantikan posisi bendahara tersebut.
Selain itu dari tindakan Heri Pamuji Trisno selaku bendahara KPUD Kota Kediri yang membawa kabur uang, sejumlah agenda proses kinerja KPU tidak terganggu guna menyambut pileg april 2009 mendatang. “Dalam minggu-minggu ini sudah ada gantinya,” pungkasnya.(nal)

Tidak ada komentar: