Ngaji

Ngaji
Zainal

Kamis, 26 Februari 2009

KEDIRI LONGSOR

Longsor, Dua Desa Terisolir

Akibat hujan, dua lokasi bukit di dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri longsor. Akibatnya, jalan menuju desa Besuki terputus. Wraga harus berputar sepuluh kilo lebih untuk keluar desa.

Dua lokasi bencana yakni di kilometer 1,7 dan 2,7 menuju objek wisata air terjun Dolo. Di lokasi pertama, tanah longsor sepanjang 15 meter, ketinggian 1,5 meter. Sementara di KM 2,7 panjang tanah longsor mencapai 30 meter.

Menurut data di lapangan, menyebutkan, bencana tanah longsor terjadi Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelu bencana, di lokasu turun hujan deras sekitar 10 jam lebih. Hujan mulai pkul 12 hingga 10 malam. Tak lama setelah hujan berhenti, warga mendengar saura gemuruh. “Saat hujan reda terdengar suara gemuruh tanah longsor”, ujar Sulastri warga Besuki kemarin

Akibat tanah longsor tersebut, akses jalan desa Jugo dan desa Badurt Kecamatan Besuki tertutup jika akan ke kota, warga harus memutar lewat kecamatan Semen. Jaraknya sekitar 20 kilo meter. “warga terpaksa putar lewat Semen untuk menuju Kota Kediri”, ujar Sulastri

Selain itu, akses jalan menuju Objek Wisata Air Terjun Dolo dan Irenggolo, saat ini juga terputus. Akibatnya para wisatawan gagal menuju lokasi. Hingga saat ini proses pembersihan material longsoran masih terus dilakukan. Pemkab Kediri menerjunkan petugas dan mengirimkan alat berat telah membantu pembersihan yang dilakukan secara manual oleh masyarakat dan aparat.
Kabag Humas Pemkab Kediri eko Setiyono, menjelaskan, aparat TNI ikut serta membersihkan longsoron. Pihaknya berharap dalam waktu cepat longsoron bisa di singkirkan. “Kami berharap pembersihan diselesaikan dalam sehari ini, sehingga akses jalan bisa segera dibuka," ujar Eko Setyono. (nal).
----------
Korban Tabrakan Kereta dan Bus Bertambah
Kediri - Korban tewas kecelakaan maut antara Kereta Api Dhoho dengan Bus Harapan Jaya di perlintasan Kereta Api Jl Brigjen Katamso Kediri, Senin lalu, bertambah satu orang. Total menjadi 8 orang.

Warga, di sekitar lokasi kejadian kemarin, mencium bau bangkai setelah di cari ternyta di reruntuhan rumah, di temukan jenazah bernama Katemo (54), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk.

Menurut Lembong (38), jalan Brigjen Katamso Kelurahan Kampung Dalam Kota Kediri yang pertama kali menemukan jenazah korban, diduga Katemo adalah salah satu penumpang kereta api, sebeb saat ditemukan lokasinya berada di samping gerbong pertama kereta yang tersungkur.

"Mungkin korban ini adalah penumpang kereta api. Soalnya waktu saya temukan berada tepat di samping gerbong pertama kereta api," kata Lembong

Lembaong , menambahkan penemuan jenazah itu berawal dari penciuman bau busuk oleh 100 warga setempat saat menggelar tahlilan di lokasi kejadian di jalan Brigjen Katamso, tadi malam. Awalnya warga mengira bau tersebut berasal dari WC, namun tidak bagi Lembong. Sebab, dirinya masih curiga jika bau tersebut bukan berasal dari WC.

Tak ayal, tadi pagi sekitar 07.15 WIB, dirinya yang masih penasaran mencoba melakukan pencarian. Ternyata, dugaan Lembong pun benar. Katemo ditemukannya dalam kondisi tertimpa bangunan di rumah Riyadi dengan kondisi yang sudah membusuk. Setelah dievakuasi, kini mayat korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk divisum. (nal)

Tidak ada komentar: