Ngaji

Ngaji
Zainal

Selasa, 26 Mei 2009

ANONDA KEDIRI

Ular Phyton Besar Ditemukan Warga Kampung Dalem Kediri
Kediri,- Ular Piton sebesar paha orang dewasa, dengan panjang 4 meter lebih, kemarin di tangkap warga kampung dalem Kota Kediri, saat ulat tersebut tengah keluar dari sarangnya di sekitar selokan Dhoho Plasa alun alun Kota Kediri.
Kali pertama Ular dengan panjang sekitar 4 meter, dan kepala berwarna kuning itu ditemukan Catur (42), penjual Sate Ayam Ponorogo. Binatang melata itu berada di dalam jagraknya.
Karena ketakutan, Catur pun kemudian memberitahu Daru (37) dan Katimin (41), tetangganya, warga Kelurahan Kampung Dalem, Kecamatan Kota Kediri.Dengan peralatan karung, dua orang yang dibantu oleh warga berhasil menangkap ular yang diketahui tengah hamil itu.
Kemudian, mereka memasukkan binatang itu ke dalam akuarium, agar ular tidak membahayakan warga. "Kami menangkap ular itu kemudian kami masukkan ke dalam aquarium, agar dapat dilihat orang semua orang, dan tidak membahayakan warga" kata Daru
Kini, Daru dan Katimin menempatkan ular yang ada di aquarium itu berada di dekat Toilet Taman Kota, dengan maksud agar mudah dilihat orang. Mereka juga memasang kotakan, apabila ada warga yang berkenan menyumbang. “Biar jadi tontonan dan mendatangkan manfaat kita letakan di toelet umum alun-alun kota”, ujar Daru. (nal)
====
Warga Kediri Dihimbau Lapor Ke Lurah Jika Pupuk Lebihi HET
Kediri,-Pemerintah Kota Kediri, meminta para Petani langsung melapor ke Kelurahan, jika harga penjualan pupuk, di kios kios resmi di Kota Kediri, diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menurut kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Kediri, Haryono, Dinas Pertanian sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET), pupuk di Kota Kediri. Yalni pupuk jenis Urea, per 50 kilogram 60 ribu rupiah. Pupuk jenis ZA per 50 kilogramnya, 52 ribu 500 rupiah. Pupuk jenis Ponska 20 kilogramnya 35 ribu rupiah. Sedangkan, pupuk jenis organic per 50 kilogramnya 25 ribu rupiah.
Saat ini, menurut Haryono terdapat 9 kios pengecer pupuk resmi, yang ada di Kota Kediri, dan siap memenuhi kebutuhan para petani. Pembelian pupuk, bisa dilakukan sendiri maupun melalui kelompok tani. “Petani bisa segera melapor ke Kekelurahan, jika ditemukan kios pengecer pupuk resmi, menjual pupuk dengan harga diatas HET, sehingga memberatkan petani”, ujar Haryono.
Menurut Haryono, dalam kondisi pupuk langka, biasanya penjualan harga pupuk cenderung mengalami kenaikan. Meski begitu, para pengecer, harus tetap berpatokan pada Harga Eceran Tertinggi (HET), yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Kediri. (nal)
===
PSB Kota Kediri Terapkan Online
Kediri,-Sistem Penerimaan Siswa baru atau PSB tahun 2009, Dinas Pendidikan Kota Kediri, akan memberikan kesempatan kepada calon siswa, untuk memilih sekolah di Kota Kediri, melalui sistem on line atau dengan internet..
Penggunakan sistem on line, semakin memudahkan calon siswa, bisa memilih dan memperolah sekolah, sesuai nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) yang dimilikinya. Calon siswa berkesempatan, memantau nilai tertinggi dan terendah sekolah yang dituju, baik melalui internet maupun HP. Jika nilai calon siswa tidak memenuhi disatu sekolah, langsung bisa dipindahkan ke sekolah lain, mulai dari SMA Negeri 1 hingga SMA Negeri 8.
Heri Siswanto, Kepala Bidang menengah Dinas Pendidikan Kota Kediri, mengatakan, dengan adanya sistem on line, akan memudahkan calon siswa mendapatkan sekolah sesuai nilai UAN. “system ini sangat memudahkan para calon siswa dan orang tua”, ujar Heri Siswanto.
Heri Siswanto menambahkan, selain menggunakan sistem on line, Dinas Pendidikan Kota Kediri, juga menjamin tidak ada pungutan dalam proses PSB regular 2009 di Kota Kediri. PSB 2009 di Kota Kediri, akan berlangsung secara serentak, mulai 3 hingga 7 Juli 2009. (nal)
====
Warga Penanggungan Mojoroto Kediri Temukan Mayat Pengemis Tua
Kediri,-Warga sekitar Jl Penanggungan di lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Kediri digegerkan dengan penemuan mayat seorang kakek di atas kursi, Minggu (24/5/2009) sekitar pukul 11.00 WIB.
Mayat pria berusia sekitar 70 tahunan itu mengenakan baju warna biru dan celana panjang warna biru. Di bawah kursi tempat ia berbaring, tercecer uang ribuan berjumlah sekitar Rp 10 ribu.
Kali pertama korban yang dikenal dengan nama Mbah Jan, warga Desa Wonokasihan, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri itu ditemukan oleh Kancil (45), salah serang PKL yang biasa berjualan di sekitar lokasi jalan Penanggungan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri."Awalnya saya kira Mbah Jan tiduran, tapi setelah saya periksa, ia telah meninggal dunia. Kemudian, saya memberitahu warga sekitar dan melapor ke Polsekta Mojoroto," papar Kancil, ditemui di lokasi kejadian.
Imbuh Kancil (saksi, red), kemarin sore korban terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi. Bahkan, saat meminta-minta itu, korban sempat jatuh pingsang. "Sebenarnya, korban sedang sakit, karena kemarin juga sudah pingsan," tandas saksi.
Mayat kakek berpostur tinggi dan berbadan kurus? dan menghadap ke utara itu, kemudian oleh polisi dan warga dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran, Kediri untuk divisum "Kami membawa korban ke RSUD Gambiran, untuk memastinya penyebab kematiannya, diduga, korban meninggal dunia karena sakit, dan tidak diurus oleh keluarganya " ujar Wakapolsek Mojoroto Iptu Yusuf. (nal).-
====
Pemkot, Tak Puas Masukan Plasa Dhoho
Kediri,-Pemerintah Kota Kediri, menilai hasil keuntungan dari Plasa Dhoho 1 dan 2, yang masuk ke PAD Kota Kediri, sebesar 500 juta rupiah per tahun, sangat minim dan sangat kurang.
Menurut wawali Kota Kediri,. Abdullah Abubakar. Dari hasil keuntungan Plasa Dhoho 1 dan 2, Pemerintah Kabupaten Kediri, hanya memperoleh masukan 500 juta rupiah, setiap tahunnya. Jumlah tersebut dinilai sangat kecil. Karena bila melihat prospek Plasa Dhoho 1 dan 2, keuntungan yang diperoleh pihak ketiga, diperkirakan jauh lebih besar.
Akibat masukan di baah standar yang dininginkan Pemt, maka menurut Abdullah Pemkot sangat dirugikan.
Agar diuntungkan, Pemerintah Kota Kediri, dalam waktu dekat akan segera mengumpulkan Dinas terkait, guna membahas masalah tersebut. Menurut Abdullah Abubakari, seharusnya jumlah yang masuk ke PAD Kota Kediri, bisa lebih dari 500 juta setiap tahunnya. “Pemerintah Kota Kediri akan meninjau kembali, MOU pendirian Plasa Dhoho 1 dan Plasa Dhoho 2. Termasuk berapa besarnya hasil keuntungan, yang sudah disepakati masuk ke PAD Pemerintah Kota Kediri”, ujar Abdullah Abubakar. (nal)

Tidak ada komentar: