Baru 8 Parpol Serahkan Rekening ke KPUD Kabupaten Kediri
Kediri,-Hingga saat ini baru delapan partai politik yang sudah menyerahkan rekening dana kampanye parpol ke KPUD Kabupaten Kediri. Padahal di kabupaten Kediri terdapat 34 partai politik yang akan ikut serta dalam pemilihan umum legislif 9 April mendatang.
Menurt juru bicara KPUD Kabupaten Kediri, Sempu Dwi Sasongko, seluruh parpol paling lambat menyerahkan rekeninf dana kampanye tanggal 16 maret. Jika sam[ai tanggal tersebut tidak menyerahkan, maka keikut sertaanya dalam pesta demokrasi di batalakan. “Kami meminta seluruh Parpol peserta Pemilu, segera mengirimkan data rekening khusus, untuk kegiatan kampanye, paling lambat 16 Maret 2009 sebelum pelaksanaan Pemilu”, ujar Sempu.
Sempu menambahkan Pemilu Legislatif 9 April mendatang, di Kabupaten Kediri terdapat 34 Partai Politik, peserta Pemilu. Namun hingga saat ini, baru terdapat 8 Partai Politik, yang sudah menyerahkan data rekening khusus kampanye. Yakni PKPB, PPRN, PNI Marhein, PDK, PRN, PDS, PIS, dan PSI. Sedangkan 26 Partai Politik lainnya, belum menyerahkan dana rekening kampanye. Padahal, sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu, Anggota DPR, DPD, dan DPRD, mewajibkan Partai Politik menyerahkan rekening khusus dana kampanye, paling lambat, tujuh hari sebelum pelaksanaan kampanye.
Menurut Sempu Dwi Sasongko, penyerahan data rekening khusus kampanye, merupakan bentuk transparansi, dari Partai Politik bersangkutan. KPUD Kabupaten Kediri, memberikan tenggang waktu paling lambat 16 Maret, bagi Partai Politik, agar segera menyerahkan data rekening kampanye. “Ini ketentuan UU kalau melanggar sanksinya tegas”, ujar Sempu.
Sementra di Kota Kediri, sudah ada 16 parpol yang menyerahkan rekening kampanye. Anggota KPUD Kota Kediri Masyrukin mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan pada partai yang hingga kini belum menyerahkan rekening dana kampanye. Menurutnya, jika sampai batas akhir, ada parpol yang tidak menyerahkan dana kampanye, maka parpol yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk mengikuti kegiatan pemilu.
Masrukin menambahkan, sejumlah parpol yang sudah menyerahkan data rekening dana kampanye, antara lain, PKPI, Repubikan, PNI Marhaen, Golkar, PPNUI, Partai Pelopor, Partai Persatuan Daerah, PKPB, PPRN, PDIP, PIS, PKS, dan PPDI. Pihaknya berharap, Partai Politik yang belum menyerahkan data rekening, segera menyerahakan. “Kita berharap semuanya segera menyerahkan rekening”, ujar Masrukin. (nal)
Berkedok anggota AURI, Menipu Warga
Kediri,-Berkedok Anggota AURI, Edi Ridwan, warga Banjarmasin Kalimantan Selatan, menipu Sunardi, warga Desa Gedangsewu Kecamatan Pare Kediri. Caranya, Edi Ridwan menawarkan lelang sepeda motor di Lanud Abdurahman Saleh Malang.
Kejadian bermula, saat Sunardi berkenalan denganEdi di warung kopi desa Gedangsewu. Kepada Sunardi, Edi mengaku sebagai anggota Angkatan Udara Republik Indonesia ( AURI), yang sedang menjalani dinas di Lanud Abdurahman Saleh Malang. Bahkan, Edi juga mengaku, ditempatnya bekerja, sedang diadakan lelang sepeda motor dengan harga 2 koma 5 juta rupiah.
Karena tertarik dan percaya, Sunardi lantas berencana, untuk ikut lelang. Beberapa hari kemudian, dengan berboncengan sepeda motor Yamaha Jupiter MX AG 2944 ET milik Sunardi, keduanya menuju Malang. Sesampainya di depan Lanud Abdurahman Saleh Malang, Edi pamit hendak menemui seorang temannya. Edi bahkan, sempat meminta uang tambahan sebesar 200 ribu rupiah, dan meminjam sepeda motor milik Sunardi. Lalu Sunardi, diminta menunggu didepan Lanud.
Beberapa jam menunggu, ternyata Edi tidak juga kembali. Merasa menjadi korban penipuan, Sunardi lantas kembali ke Kediri, dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Pare. AKP Agus Garbo, Kepala Polsek Kota Pare mengatakan, begitu mendapatkan laporan, pihaknya langsung melakukan pengejaran. Tersangka Edi, berhasil ditangkap saat berada di rumah teman wanitanya, di Desa Pranggang Kecamatan Plosoklaten. “Begitu ada laporan cirri cirinya kita ketahui, petugas langsung mengejar dan menangkap pelaku”, ujar Agus Garbo
Agus menambahakan, dalam pemeriksaan petugas, Edi mengaku masih mengganggur, dan sengaja memanfaatkan postur tubuhnya yang kekar untuk menipu. Atas perbuatannya, Edi dijerat pasal 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan, dengan hukuman 5 tahun penjara. ( nal)
===
Ulama Kediri Tolak Valentine Day
Kediri,-Ulama kediri yang tergabung dalam Majli Ulama Indonesia Kabupaten Kediri, secera tegas menolak perayaan valentine day. Pasalnya peringatan hari kasih sayang tersebut, tidak ada landasan hukum syariahnya. Bahkan jelas menyimpang dari ajaran Islam.
Sekretaris MUI Kediri Hamam Tantowi menegaskan, selain tidak sesuai dengan budaya Indonesia, valentin juga menyimpang dari ajaran agama Islam. Yakni, tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadist.
"Sebenarnya, valentine day berasal dari kebudayaan bangsa Romawi kuno. Yakni, tetang ritual penyembelihan kambing yang dilakukan oleh umat Yahudi. Dalam ritual tersebut, kambing dibawa keliling, kemudian para wanita saling memegang dengan harapan meminta kesuburan," kata Hamam Tantowi, Sabtu kemarin.
Disinggung tentang hukum valentin, Hamam Tantowi tidak mau menjawab, dengan alasan belum ada pembicaraan lebih jauh. Namun, ia mencontohkan hukum valentin dengan pemberian ucapan selamat Hari Natal. "Seperti memberi ucapan hari Natal, maka secara tidak langsung kita telah meyakini adanya Yesus, dan ini tidak boleh. Namun, kita sebagai umat beragama tetap saling menghormati," papar Hamam.
Hamam menambahkan, untuk membentengi umat Islam agar tidak melakukan perbuatan yang menyimpang, dalam arti merayakan valentin, MUI Kabupaten Kediri gencar melakukan pembinaan dan ceramah keagamaan di berbagai masjid dan mushola. "Kita tidak ingin, anak kita umat Islam, terjerumus merayakan valentin yang tidak sesuai dengan ajaran Islam," tandasnya.
Sementara itu, Roni, pedagang pernik-pernik di Jl Doho Kediri mengatakan, moment valentin adalah rejeki buatnya. Barang dagangan Roni banyak terjual. "Seperti pernik-pernik dari gelas, serta plastik ini laku terjual, mungkin mereka gunakan sebagai hadiah," ujar Roni. (nal)
===
Balapan Liar Ali Tewas Tabrakan
Kediri,- Ali Mustofa (21), pemuda asal Dusun Kemuning, Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, kemarin tewas dalam tabrakan, dalam balapan liar di simpang lima Gumul Dusun Joho, Desa Sumberjo, Kecamatan Gampengrejo Kediri.
Selain Ali, seorang penonton bernama Boasadi (20) mengalami luka kritis, setelah tertabrak dalam balapan liar tersebut. Boasadi (20) asal Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kediri. Anak pasangan Mujiono (45) dengan Sularmiati (40), hingga Sabtu kemarin, masih menjalani perawatan di ICU RSUD Gambiran. "Kondisinya sangat parah, tulang kakinya patah. Kami tidak terima atas kejadian ini, dan akan melapor ke polisi," ujar Mujiono, yang ditemui di rumah sakit daerah Kota Kediri tersebut.
Data yang berhasil digali , balap liar itu sempat menjadi pusat perhatian para pemuda yang tengah menikmati malam valentin di jalanan seputar SLG, Dusun Joho, Desa Sumberjo, Kecamatan Gampengrejo.
Kedua pembalap, berasal dari kelompok bengkel sepeda motor antar kecamatan. "Kalau yang saya ketahui, dari Bengkel Kecamatan Kandangan, dengan Gurah," ujar Selo , pemuda setempat yang ikut nonton balap liar tersebut.
Lanjut Selo, kedua pembalap yaitu, Ali dengan sepeda motor Yamaha Vega warna merah, dengan seorang pemuda asal Kandangan, menaiki sepeda motor Yamaha Jupiter warna Orange start dari timur. "Kurang lebih menempuh jarah 200 meter, ke arah barat," imbuhnya.
Sejak awal meluncur dari start, kedua pembalap sudah saling jegal, tentu saja sepeda motor mereka oling. Saat posisi Ali agak tertinggal, ia langsung dipangkas, sehingga keluar dari jalur. "Keduanya terbentur, lalu melesat keluar," paparnya.
Ali terpelanting bersama sepeda motornya, yang akhirnya menerjang Boas diatas sepeda motor Yamaha Mionya. Brak..benturan kerasa terjadi. "Penonton berlarian menghampiri korban yang terlihat sekarat. Dalam waktu sekejap, mereka kabur, untuk menghindari polisi," katanya.
Secara terpisah, Kanit Laka Polres Kediri Iptu Amin saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan terkait hal itu. "Kami telah mengamankan barang bukti sebuah sepeda motor, danm menerima laporan dari korban," katanya.
Saat ditanya jika kejadian itu adalah ajang balap liar, Iptu Amin belum dapat menjelaskan, pasalnya saat petugas datang di lokasi, dalam keadaan sepi
Ruas jalan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Kediri kerap dijadikan tempat balap liar. Terutama, saat malam minggu, atau malam libur sekolah.
"Sejak sore hari, sudah banyak pemuda yang memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi, dan terdengar dari rumah saya," ujar Suparman, warga setempat, ketika dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2009) pagi.
Kegiatan balap liar, dengan cara kucing-kucingan dari petugas itu biasaya dilakukan pada tengah malam, saat suasana sepi. Dengan taruhan uang sekitar Rp 100-500 ribu, para pemuda ini berani mengambil resiko, tinggi, yaitu hilangnya nyawa.
"Kadang siang hari, tapi lebih sering malam hari, saat suasana sepi. Karena jarak rumah saya dengan lokasi sangat dekat, maka setiap ada balapan selalu terdengar," kata Selo, yang sering menonton ajang menantang tersebut.
Katanya, balap liar itu sudah berlangsung sejak dua bulan lalu, paska jalanan SLG tersebut dibuat halus dan rata. "Kurang lebih sekitar dua bulan terakir ini," pungkasnya.
Meski petugas baik dari kepolisian maupun Sat Pol PP kerap kali mensweeping, namun para pembalap ini mengabaikan. Mereka berusaha menghindari petugas, saat melakukan ajang kebut-kebutan itu.
Kejadian ini, imbuh Selo, sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya, seorang pemuda tewas dalam ajang balap liar dengan sepeda motor Honda GL Max, setelah terjatuh. Meski terlihat mengerikan, namun para pemuda ini tidak merasa jera, atapun trauma. (nal)
Ngaji
Zainal
Sabtu, 14 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar