Ngaji

Ngaji
Zainal

Minggu, 07 Juni 2009

Anak SD Diperkosa

Murid SD Diperkoas Ninja Hinga Pingsan
Kediri,-Bunga (12) bukan nama sebenarnya, siswi klas V Sekolah Dasar (SD) Warga Dusun Kamal, Desa Banyakan Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, ditemukan Yuwono (41), pencari rumput di area perkebunan Jagung desa setempat, dalam kondisi mengenaskan, karena diduga baru saja diperkoas lelaki yang memakai topeng ala ninja.

Bunga, pasangan suami-istri, Mustar (46) dan Karmila (45) diduga mengalami diperkoas dan dianiayaa, lelaki misterius. "Saya kaget, tiba-tiba ada anak kecil memeluk saya dari belakang sambil mengatakan, tolong pak saya takut dibunuh," kata Yuwono, ditemui di Polsek Banyakan, Minggu (7/6/2009) pagi.

Oleh Yuwono, Bunga yang mengalami luka lebam di mulut dan wajahnya, tidak berhenti menangis itu kemudian diantar pulang. Tak pelak, orang tuanya shok berat, dan langsung membawa korban ke RS Baptis, Kediri. Kejadian itu pun langsung dilaporkan ke Polsek Banyakan.

"Dari keterangan ibu korban, pelaku masuk rumah melalui jendela, kemudian mengangkat tubuh korban sambil menodongkan pisau ke lehernya, dan mengancam akan dibunuh. Korban dibawa ke area perkebunan Jagung melalui pintu belakang, lalu diperkosa," ujar Kapolsek Banyakan AKP Lukas.

AKP Lukas mengaku, pihaknya langsung membawa korban ke RS Bhayangkara, untuk menjalani perawatan medis dan divisum. "Kami masih menyelidiki kasus pemerkosaan yang disertai penganiayaan ini, sambil menunggu hasil visum dari medis," ujarnya

Polsek Banyakan Kediri terus melakukan pencarian terhadap pelaku pemerkosan yang menimpa Bunga Warga Dusun Kamal, Desa/Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri yang diculik dari kamarnya kemudian dicabuli di kebun jagung.

Menuurt Lukas, saat ini petugas sedang mencari pelaku perkosaan di areal perkebunan, yang menimpa Bunga. "Polisi tengah melakukan pencarian dan meminta keterangan sejumlah saksi," kata AKP Lukas Susanto Kapolsek Banyakan,).

Dari keterangan sejumlah saksi, pelakunya tunggal. sesuai dengan keterangan Bunga korban perkosaan. "Dia mengaku pelaku pemerkosa menggunakan penutup wajah," kata AKP Lukas Susanto

Polisi menemukan barang bukti kaos yang diduga digunakan pelaku pemerkosa terhadap bunga (12). Kaos itu berwarna merah bertuliskan ^Be The Reads^."Kaos itu ditemukan Yuwono saksi seorang pencar rumput, di area perkebunan Jagung milik Bakir, adik Yuwono. "Kaos itu kemudian saya bawa bersama korban ke rumahnya. Orang tuanya bilang bahwa kaos itu adalah milik Ali, kakak korban," kata Yuwono, Minggu .

Hal senada dikatakan Kapolsek Banyakan AKP Lukas Sutanto bahwa, kaos itu sebelumnya di jemur Ali di belakang rumahnya. "Kaos merah, penutup wajah pelaku sengaja tertinggal di TKP, setelah ditarik oleh korban. Saat itu wajah pelaku sempat terlihat oleh koban, meski hanya remang-remang, sampai akhirnya kabur," kata AKP Lukas

Lukas Sutanto juga menambahkan, bahwa pelaku ditengarai masih muda. Itu dibuktikan, dengan aroma parfum yang sempat dicium korban dan postur tubuh pelaku yang terlihat masih seperti remaja.

Sebagaimana diketahui, untuk menguak peristiwa perkosaan disertai dengan penganiayaan ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan. "Kami tengah memintai keterangan, orang tua korban, kakaknya dan saksi yang menemukannya," pungkas AKP Lukas Sutanto.

Paska insiden kekerasan seksual, Bunga (12), bukan nama sebenarnya, siswi klas V SD asal Dusun Kamal, Desa /Kecamatan Banyakan mengalami trauma mendalam. Bocah malang itu, masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara, Kediri.

"Korban sangat shok berat, ia terus menangis dan sesekali terlihat linglung. Kejadian itu benar-benar memukul perasaanya. Selain, luka-luka di wajah dan mulut akibat dipukuli oleh pelaku. Saat ini korban hanya bisa berkomunikasi dengan Karmila, ibunya," kata Kapolsek Banyakan AKP Lukas Sutanto, Minggu

Secara terpisah Mustar, ayahnya mengaku sangat kecewa dan menyesal atas kejadian yang menimpa anak keduanya itu."Biasanya, Kuncup tidur dengan ibunya. Tapi memang sudah saatnya apes, tadi pagi ibunya di kamar saya, karena minta untuk dipijitin kakinya," sesal Mustar, sambil menatap dengan pandangan kosong.

Mustar mengaku, saat Bunga dibawa pelaku keluar kamar, sampai keluar dari pintu belakang, tidak mendengarkan bunyi apapun. "Kami baru tahu, setelah warga bergemuruh di sekitar rumah, sambil membawa anak saya. Sontak, kami lemas dan langsung memeluk anak saya," pungkas Mustar. (nal)

Tidak ada komentar: