Santri Lirboyo Gelar Doa Korban Gempa
Kediri,-Ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jumat (4/9/2009) siang menggelar doa bersama untuk para korban gempa Tasikmalaya, Jawa Barat.
Dalam doa yang dipimpin oleh KH. Anwar Mansur, pengasuh pondok, ribuan santri membacakan tahlil bersama, bertempat di Masjid Lawang Songo, lingkungan Ponpes Lirboro. Sedangkan pelaksanaanya, usai Sholat Jumat.
KH Anwar Mansur, usai memimpin tahlil mengatakan, tahlil bersama dilakukan oleh seluruh santri untuk mendoakan para korban gempa Tasikmalaya. "Kita membacakan tahlil untuk mereka para korban gempa Tasikmalaya, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT," tutur KH Anwar Mansur.
Dijelaskan KH Anwar Mansur, memang rencana sebelumnya pada hari ini Jumat (4/9/2009) ini akan menggelar sholat gaib bersama. Namun, karena sampai saat ini jumlah korban meninggal dunia pada Gempa Tasikmalaya belum diketahui secara pasti, maka kegiatan sholat gaib belum bisa dilakukan hari ini.
"Syarat dari pelaksanaan sholat gaib itu harus diketahui berapa jumlah dari yang meninggal dunia, serta harus sudah dikremasi. Yakni, dimandikan, dikafani dan dimakamkan. Insya Allah, Jumat yang akan datang, kita sudah bisa menggelar sholat gaib," terang KH Anwar Mansur.
Secara terpisah, Muklas, salah satu pengurus Ponpes Lirboyo mengatakan, kegiatan doa bersama, membacakan tahlil sebenarnya sudah dilakukan pascainsiden gempa Tasikmalaya kemarin. "Sebenarnya, kita setiap saat juga mendoakan mereka para korban bencana Tasikmalaya," kata Muklas.
Menurut Muklas, jumlah santri yang ikut dalam tahlil bersama Jumat siang ini sekitar 6.000 santri. Mengingat, dari jumlah total santri yang kini sudah mencapai 10.000 orang, pada bulan Ramadan 1430 H ini banyak yang pulang. (nal)
===
Klaim Jamsostek Kediri Meningkat
Kediri: Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pekerja yang melakukan klaim ke Kantor Jamsostek Cabang Kediri, mengalami peningkatan hingga 10 persen, dibanding sebelumnya.
Menurut Muhamad Ikhsan, Kepala Kantor Jamsostek Cabang Kediri, peningkatan jumlah pekerja yang melakukan klaim, terjadi sejak Juli 2009. Bahkan hingga Juli, total klaim yang terbayarkan rata rata mengalami peningkatan hingga 10 persen. Dengan pengajuan, untuk 621 kasus kecelakaan, total klaim yang terbayarkan 1 milyar 131 juta rupiah. Jaminan hari tua 432 kasus, dengan total klaim 19 milyar 676 juta rupiah, kematian 165 kasus dengan jumlah klaim sebesar 2 milyar 781 juta rupiah, serta pemeliharaan kesehatan sebesar 2 milyar 280 juta rupiah. “Peningkatan jumlah klain ke Jamsostek, dipicu kenaikan jumlah peserta yang selalu mengalami pertambahan setiap tahunnya.”, ujar Ikhsan
Muhamad Ikhsan menambahkan, Jamsostek Cabang Kediri, juga berupaya memberikan kemudahan dan efisiensi waktu, kepada nasabah yang mengurus klaim. Sehingga, tidak ada nasabah yang merasa dipersulit oleh Jamsostek. (nal).
====
Curi VCD Diamankan
Kediri: Agus Prayitno, warga Desa Bulusan Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, diamankan di markas Polresta Kediri, setelah kepergok mencuri VCD milik warga Desa Jong Biru.
Aksi pencurian di rumah Edi Sugiyono, warga Kelurahan Dermo Kecamatan Mojoroto, terjadi sekitar jam 1 siang. Saat itu, Edy sedang berencana, menyelesaikan sebuah urusan. Sebelum pergi, Edy sempat mengunci seluruh pintu rumah. Namun, ditengah perjalanan, tiba-tiba Edy mendapatkan kabar dari tetangganya, jika ada pencuri yang masuk ke rumah Edy.
Karena panik, Edy langsung pulang. Sesampainya dirumah, Edy terkejut karena warga sudah berhasil mengamankan, seorang pencuri yang diketahui bernama Agus Prayitno. Bersama barang bukti sebuah linggis, obeng dan 1 buah VCD player, Agus kemudian dibawa ke Polsekta Mojoroto.
Kapolsek Mojoroto, IPTU Budi Naryanto mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Agus. Diduga sebelum melakukan aksinya, pelaku sejak lama mengamati kondisi rumah Edy, yang selalu dalam kondisi sepi. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Agus masih mendekam di tahanan Polsekta Mojoroto. “tersangka masih kita amankan”, ujar Budi. (nal)
===
Disnaker Kediri, Ancam Pengusaha Tak Mau Bayar THR
Kediri,-Pemerintah Kabupaten Kediri, melalui Dinas Tenaga Kerja, akan memberikan sangsi, jika ada perusahaan yang tidak memberikan THR bagi karyawannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, sudah mengirimkan surat himbauan ke 100 perusahaan di Kabupaten Kediri, baik skala kecil maupun besar. Isinya, himbauan agar para pemilik usaha, mengalokasikan dana untuk THR bagi karyawannya, paling lambat H minus 7, sebelum lebaran. Besarnya THR, minimal 1 kali gaji yang biasa diterima karyawan.
Eko Setyono, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap, seluruh perusahaan di Kabupaten Kediri mematuhi ketentuan yang berlaku, dengan memenuhi kewajiban membayar THR bagi karyawannya.”Mereka harus membayar THR, sesuai ketentuan peraturan”, ujar Eko.
Eko Setyono menambahkan, perusahaan swasta yang menolak membayar THR, akan dikenai sanksi sesuai prosedur yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Kediri, juga akan terus melakukan pemantauan, terhadap seluruh perusahaan swasta, terkait pemberian THR.. (nal)
Ngaji
Zainal
Kamis, 03 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar