Kuburan Digali, Tengkorak dan Gigi Tan Malaka Di Uji DNA
Kediri,-Setelah sempat terjadi tarik-ulur antara iya dan tidak, akhirnya makam yang kabarnya milik Tan Malaka, revolusioner aliran kiri, di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Sabtu (12/9/2009) pagi dilakukan pembongkaran.
Pembongkaran makam yang ditandai dengan batu besar diantara makam masyarakat setempat itu dilakukan oleh tim. Antara lain, petugas dari RSCM, Departemen Sosial (Depsos) pusat dan Dinas Sosial Kabupaten Kediri. Ikut juga, Muspika Kecamatan Semen terdiri, Camat dan Kepala Desa Selopanggung.
Upacara jalannya pembongkaran "Makam Tan Malaka" dilakukan pukul 09.00 WIB, diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin Faderi, tokoh agama desa Selopanggung. Kemudian, tim menentukan letak posisi makam yang ditandai dengan batu besar, untuk dilakukan penggalian. "Kita tidak boleh meninggalkan tradisi jawa dalam melakukan ritual pembongkaran makam. Tadi, kita berdoa bersama dulu, membaca tahlil, dan surat Al-fatikhah bersama," kata Faderi
Setelah memakan waktu kurang lebih selama 3 jam membongkar makam di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri , akhirnya tim forensik berhasil menemukan sebuah tengkorak yang diduga milik Tan Malaka, tokoh nasional yang berwatak revolusioner dan berhaluan kiri.
Batok kepala yang sudah dalam keadaan rusak itu ditemukan tim pada kedalaman tanah makam sekitar 2 meter. "Sebelumnya kita temukan gigi yang sudah rusak, lalu kita gali kembali lebih dalam ternyata ada batok kepala," ujar Zulfikar, keponakan Tan Malaka, yang ikut dalam pembongkaran makam,Sabtu (12/9/2009) siang.
Secara terpisah, Dr Jaya Surya Admaja, Ketua tim penggali makam dari RSCM Jakarta mengatakan, tengkorak temuan itu kemudian dibawa ke Jakarta untuk diperiksa dan dicocokkan dengan DNA Zulfikar. "Saat ini kita hanya melakukan penggalian saja, tengkorak itu kita periksa dulu dan hasilnya baru kita ketahui dua minggu mendatang," terang Dr Jaya Surya Admaja.
Sebagaimana diketahui, dalam penggalian itu ada sekitar 19 orang yang menjadi panitia. Penggalian juga disaksikan Muspika Kecamatan Semen, dan sejumlah perangkat Desa Selopanggung serta puluhan warga sekitar.
Dipaparkan Zulfikar, jika memang tengkorak yang berhasil ditemukan benar milik Tan Makala, maka ia bersama keluarga berharap dapat diperlakukan layaknya seorang pahlawan. Sebab, dalam SK mantan Presiden RI Soekarno disebutkan bahwa Tan Malaka telah dinyatakan sebagai pahlawan nasional. (nal)
Ngaji
Zainal
Sabtu, 12 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar